2009
• January
• February
• March
• April
• May
• June
• July
• August
• September
• October
• November
• December
2010
• January
• February
• March
• January
• February
• March
• April
• May
• June
• July
• August
• September
• October
• November
• December
2010
• January
• February
• March
Seleksi Semifinalis di Tangerang Meriah
Gelanggang Olah Raga (GOR) Tangerang, Selasa 19/2/2007 keliatan semarak. Ratusan siswa SMU berjubel memenuhi arena yang biasa di jadikan tempat olah raga tersebut. Ada apa gerangan? Mau demo ya... Bukan! Ternyata ada gawe besar yang digelar Telkomsel di tempat ini. Meski hujan sempet mengguyur kota Tangerang sepanjang malam hingga siang hari ternyata nggak menyurutkan langkah para siswa untuk dateng ke acara itu.
Seperti yang udah dijadwalkan, Telkomsel lagi ngadain perhelatan untuk menyeleksi semifinalis beasiswa Gen’Asik. Acara yang dibuka pada jam 9 pagi langsung diisi rangkaian kegiatan yang padet. Dari tes tertulis para siswa yang 60% materinya berbahasa Inggris, games interaktif, sampe kreasi seni pelajar.
Tes yang dilakukan tadi, tujuannya untuk menyaring ratusan peserta yang ikut untuk dipilih jadi 30 orang aja. Materi soalnya sih sebenernya gampang...tapi jawabannya yang sulit he..he.. Bukan cuma tes aja, Telkomsel juga membekali siswa dengan Workshop Smart Learning. Dipandu oleh Bapak Jusef J. Hilmi, banyak banget ilmu yang ditularkan. Pada intinya workshop ini bertujuan memberikan semangat, gimana bikin siswa pintar dan semangat untuk menggapai cita-cita yang diinginkan.
Diakhir workshop ditutup dengan sebuah ilustrasi tentang para atlet penyandang cacat yang berjuang membela negaranya. Yap, meski punya kekurangan fisik tapi mereka tetap yakin dengan kemampuannya. Sebuah pesan yang disampaikan ”Kalo Mereka Bisa Anda Pasti Lebih Bisa”. Pesan ini berguna banget, nggak cuma peserta yang lolos 30 besar tapi juga buat semua yang hadir.
Sambil nunggu siapa aja peserta yang masuk 30 besar, acara diselingi sajian musik dari grup band asal Tangerang ’Peron Satu”. Suasana pun berubah semarak apalagi dipandu oleh seorang MC yang kocak. Peserta jadi betah duduk berlama-lama duduk sampe acara selesai.
Menjelang jam 1 siang, rasa deg-degan menghantui semua peserta. Apalagi kalo bukan saat dibacakan nama-nama peserta yang lolos ke babak 30 besar. Di babak ini, semua peserta diuji pengetahuannya yang meliputi kemampuan bahasa Inggris, pengetahuan umum, dan matematika. Keliatan banget kalo siswa ini punya kemampuan yang lebih dibanding yang lain. Liat aja, beragam soal yang diujikan dengan tangkasnya dijawab. Padahal sulit-sulit lho...
Meski semuanya keliatan cerdas, tetap aja harus disaring lagi menjadi 6 peserta. Nah, kali ini peserta diminta menunjukkan kemampuannya memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris (nggak wajib), diuji pengetahuan tentang musik, menyusun puzzle sampe kecerdasan logika. Keenam peserta ini masing-masing Devy Purnamasari, Horas, Fahmi Fadlia, Unoviana Kartika, Anugerah Juwitasari dan Aldo Bramantyo.
Setelah semua soal diujikan, akhirnya kepilih dua orang pemenang yang berhak mewakili Tangerang ke babak Grand Final yang berlangsung di Jakarta. Dua yang terbaik itu adalah Horas dan Fahmi Fadlia. Bagi yang nggak lolos nggak usah kecil hati. Masih ada hadiah berupa discount 50% ikut bimbingan di Primagama. Wah...asyik juga. Tapi buat Horas dan Fahmi, kesempatan mereka untuk mencapai beasiswa ke Australia jadi semakin dekat aja nih...
News Terkait:
Balikpapan, Kota Penutup Seleksi Beasiswa Gen’Asik
Gelanggang Olah Raga (GOR) Tangerang, Selasa 19/2/2007 keliatan semarak. Ratusan siswa SMU berjubel memenuhi arena yang biasa di jadikan tempat olah raga tersebut. Ada apa gerangan? Mau demo ya... Bukan! Ternyata ada gawe besar yang digelar Telkomsel di tempat ini. Meski hujan sempet mengguyur kota Tangerang sepanjang malam hingga siang hari ternyata nggak menyurutkan langkah para siswa untuk dateng ke acara itu.Seperti yang udah dijadwalkan, Telkomsel lagi ngadain perhelatan untuk menyeleksi semifinalis beasiswa Gen’Asik. Acara yang dibuka pada jam 9 pagi langsung diisi rangkaian kegiatan yang padet. Dari tes tertulis para siswa yang 60% materinya berbahasa Inggris, games interaktif, sampe kreasi seni pelajar.
Tes yang dilakukan tadi, tujuannya untuk menyaring ratusan peserta yang ikut untuk dipilih jadi 30 orang aja. Materi soalnya sih sebenernya gampang...tapi jawabannya yang sulit he..he.. Bukan cuma tes aja, Telkomsel juga membekali siswa dengan Workshop Smart Learning. Dipandu oleh Bapak Jusef J. Hilmi, banyak banget ilmu yang ditularkan. Pada intinya workshop ini bertujuan memberikan semangat, gimana bikin siswa pintar dan semangat untuk menggapai cita-cita yang diinginkan.
Diakhir workshop ditutup dengan sebuah ilustrasi tentang para atlet penyandang cacat yang berjuang membela negaranya. Yap, meski punya kekurangan fisik tapi mereka tetap yakin dengan kemampuannya. Sebuah pesan yang disampaikan ”Kalo Mereka Bisa Anda Pasti Lebih Bisa”. Pesan ini berguna banget, nggak cuma peserta yang lolos 30 besar tapi juga buat semua yang hadir.
Sambil nunggu siapa aja peserta yang masuk 30 besar, acara diselingi sajian musik dari grup band asal Tangerang ’Peron Satu”. Suasana pun berubah semarak apalagi dipandu oleh seorang MC yang kocak. Peserta jadi betah duduk berlama-lama duduk sampe acara selesai. Menjelang jam 1 siang, rasa deg-degan menghantui semua peserta. Apalagi kalo bukan saat dibacakan nama-nama peserta yang lolos ke babak 30 besar. Di babak ini, semua peserta diuji pengetahuannya yang meliputi kemampuan bahasa Inggris, pengetahuan umum, dan matematika. Keliatan banget kalo siswa ini punya kemampuan yang lebih dibanding yang lain. Liat aja, beragam soal yang diujikan dengan tangkasnya dijawab. Padahal sulit-sulit lho...
Meski semuanya keliatan cerdas, tetap aja harus disaring lagi menjadi 6 peserta. Nah, kali ini peserta diminta menunjukkan kemampuannya memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris (nggak wajib), diuji pengetahuan tentang musik, menyusun puzzle sampe kecerdasan logika. Keenam peserta ini masing-masing Devy Purnamasari, Horas, Fahmi Fadlia, Unoviana Kartika, Anugerah Juwitasari dan Aldo Bramantyo.
Setelah semua soal diujikan, akhirnya kepilih dua orang pemenang yang berhak mewakili Tangerang ke babak Grand Final yang berlangsung di Jakarta. Dua yang terbaik itu adalah Horas dan Fahmi Fadlia. Bagi yang nggak lolos nggak usah kecil hati. Masih ada hadiah berupa discount 50% ikut bimbingan di Primagama. Wah...asyik juga. Tapi buat Horas dan Fahmi, kesempatan mereka untuk mencapai beasiswa ke Australia jadi semakin dekat aja nih...
News Terkait:
Balikpapan, Kota Penutup Seleksi Beasiswa Gen’Asik
