2009
• January
• February
• March
• April
• May
• June
• July
• August
• September
• October
• November
• December
2010
• January
• February
• March
• January
• February
• March
• April
• May
• June
• July
• August
• September
• October
• November
• December
2010
• January
• February
• March
Giliran Jakarta Gelar Seleksi Semifinalis Beasiswa Gen’Asik
Selasa pagi, 26/6/2007, langit Jakarta keliatan cerah. Nggak ada tanda-tanda mendung sedikitpun. Yap, hari itu giliran kota Jakarta yang dapat kesempatan nyelenggarain seleksi semifinalis beasiswa Gen’Asik. Kali ini mengambil tempat di Mega Glodok Kemayoran (MGK), dilantai 10. Sebelumnya, seleksi di empat kota --Padang, Tangerang, Medan, dan Bandung-- berhasil memilih masing-masing dua orang wakilnya untuk ditarungkan di babak Grand Final 21 Juli 2007.
Dari wajah-wajah peserta, keliatan banget kalo mereka begitu bersemangat ngikutin acara yang digelar Telkomsel ini. ”Gue datang jauh-jauh dari rumah di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang. Penginnya sih bisa kepilih jadi juara biar bisa dapetin beasiswa ke Australia. Pasti asyik,” ujar Amri, salah seorang peserta.
Nggak beda dengan Amri, siswa lain yang datang dari beberapa SMU di Jakarta juga punya keinginan yang sama. Iseng-iseng berhadiah, katanya. Cuma, buat ngedapetin hadiah itu butuh modal: otak yang encer dan kemampuan lainnya. Makanya peserta yang jumlahnya nyampe ratusan ini konsentrasi penuh waktu ngikutin seleksi awal. Seperti biasa, dari peserta yang hadir dilakukan seleksi untuk bisa ngedapetin 30 besar.
Yang agak menarik, jumlah peserta di wilayah Jakarta nggak sebanyak di kota-kota lain. Kenapa? Karena di kota lain terutama di luar pulau Jawa, acara seperti ini jarang banget diadain. Nggak heran kalo pesertanya membludak. Sementara disini, siswa SMUnya udah ’kenyang’ dengan beragam kegiatan sejenis. Pihak panitia cukup memaklumi. Meski begitu acara tetep berlangsung semarak.
Nggak bosen-bosennya Pak Jusef J Hilmi mengajari siswa, gimana caranya untuk bisa memaksimalkan potensi diri. Lewat workshop ’Smart Learning’ kali ini Pak Jusef, mengajarkan cara menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan yang kita miliki. Karena pada dasarnya semua orang punya kemampuan yang sama. ”Jadi nggak ada anak pinter dan bodoh. Tapi yang ada, anak yang satu bisa mengoptimalkan kemampuannya dan yang lain belum,” kata Pak Jusef. Asyik banget dengerin Pak Jusef mengajar.
Setelah rehat makan siang, panitia ngumumin nama-nama siapa aja yang masuk ke 30 besar. Dari jumlah ini pun akan diseleksi lagi sampe akhirnya tersaring menjadi enam orang. Ke enam siswa tersebut adalah: Fariza Eka, Rahmi Widya, Yuniar Desti, Novira K, Anindya P dan Amri Wicaksono.
Di babak ini mereka di uji kemampuannya di bidang musik, pengetahun logika dan menyusun permainan. Akhirnya lewat perjuangan yang panjang, Fariza Eka dan Rahmi Widya kepilih menjadi pemenang dan berhak mewakili Jakarta di Grand Final 21 Juli 2007. Selamat bertarung..!
News Terkait:
Balikpapan, Kota Penutup Seleksi Beasiswa Gen’Asik
Selasa pagi, 26/6/2007, langit Jakarta keliatan cerah. Nggak ada tanda-tanda mendung sedikitpun. Yap, hari itu giliran kota Jakarta yang dapat kesempatan nyelenggarain seleksi semifinalis beasiswa Gen’Asik. Kali ini mengambil tempat di Mega Glodok Kemayoran (MGK), dilantai 10. Sebelumnya, seleksi di empat kota --Padang, Tangerang, Medan, dan Bandung-- berhasil memilih masing-masing dua orang wakilnya untuk ditarungkan di babak Grand Final 21 Juli 2007.
Dari wajah-wajah peserta, keliatan banget kalo mereka begitu bersemangat ngikutin acara yang digelar Telkomsel ini. ”Gue datang jauh-jauh dari rumah di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang. Penginnya sih bisa kepilih jadi juara biar bisa dapetin beasiswa ke Australia. Pasti asyik,” ujar Amri, salah seorang peserta. Nggak beda dengan Amri, siswa lain yang datang dari beberapa SMU di Jakarta juga punya keinginan yang sama. Iseng-iseng berhadiah, katanya. Cuma, buat ngedapetin hadiah itu butuh modal: otak yang encer dan kemampuan lainnya. Makanya peserta yang jumlahnya nyampe ratusan ini konsentrasi penuh waktu ngikutin seleksi awal. Seperti biasa, dari peserta yang hadir dilakukan seleksi untuk bisa ngedapetin 30 besar.
Yang agak menarik, jumlah peserta di wilayah Jakarta nggak sebanyak di kota-kota lain. Kenapa? Karena di kota lain terutama di luar pulau Jawa, acara seperti ini jarang banget diadain. Nggak heran kalo pesertanya membludak. Sementara disini, siswa SMUnya udah ’kenyang’ dengan beragam kegiatan sejenis. Pihak panitia cukup memaklumi. Meski begitu acara tetep berlangsung semarak.
Nggak bosen-bosennya Pak Jusef J Hilmi mengajari siswa, gimana caranya untuk bisa memaksimalkan potensi diri. Lewat workshop ’Smart Learning’ kali ini Pak Jusef, mengajarkan cara menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan yang kita miliki. Karena pada dasarnya semua orang punya kemampuan yang sama. ”Jadi nggak ada anak pinter dan bodoh. Tapi yang ada, anak yang satu bisa mengoptimalkan kemampuannya dan yang lain belum,” kata Pak Jusef. Asyik banget dengerin Pak Jusef mengajar.Setelah rehat makan siang, panitia ngumumin nama-nama siapa aja yang masuk ke 30 besar. Dari jumlah ini pun akan diseleksi lagi sampe akhirnya tersaring menjadi enam orang. Ke enam siswa tersebut adalah: Fariza Eka, Rahmi Widya, Yuniar Desti, Novira K, Anindya P dan Amri Wicaksono.
Di babak ini mereka di uji kemampuannya di bidang musik, pengetahun logika dan menyusun permainan. Akhirnya lewat perjuangan yang panjang, Fariza Eka dan Rahmi Widya kepilih menjadi pemenang dan berhak mewakili Jakarta di Grand Final 21 Juli 2007. Selamat bertarung..!
News Terkait:
Balikpapan, Kota Penutup Seleksi Beasiswa Gen’Asik
