2009
• January
• February
• March
• April
• May
• June
• July
• August
• September
• October
• November
• December
2010
• January
• February
• January
• February
• March
• April
• May
• June
• July
• August
• September
• October
• November
• December
2010
• January
• February
Balikpapan, Kota Penutup Seleksi Beasiswa Gen’Asik
Seleksi Beasiswa GenAsik yang digelar Telkomsel di sepuluh kota di Indonesia, akhirnya berakhir. Rangkaian panjang acara ini ditutup di kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Meski bukan sebagai ibukota propinsi, Balikpapan dipilih Telkomsel guna nyelenggarain kegiatan akbar ini. Pasti ada alasannya. Menurut panitia, lokasi kota Balikpapan relatif gampang dijangkau oleh sebagian peserta yang ada di Kaltim. Trasportasinya mudah, dan jaraknya nggak terlalu jauh baik dari Samarinda, Bontang dan kota-kota sekitarnya.
Minggu, 8 Juli 2007, cuaca kota ini tampak cerah. Pagi itu ratusan siswa SMU berdatangan di DOME Balikpapan. Gedung Olahraga dan Promosi yang berada di Jl. Syarifuddin Yoes yang baru selesai dibangun, jadi tempat digelarnya acara. Meski berlangsung pada hari Minngu dan bertepatan dengan liburan sekolah, keliatannya nggak menyurutkan minat para siswa untuk mengikutiacara ini. Buktinya, tercatat hampir seribu-an siswa yang ngedaftar.
Ruangan DOME yang megah pun tampak semarak. Tempat duduk yang disediakan panitia diruangan ini terisi penuh, nggak tersisa. ”Aku pengin banget bisa menang. Tapi ternyata nggak kepilih. Ya, nggak apa-apa buat pengalaman,” ujar Nia siswa dari SMU 1 Balikpapan. Sebelumnya , semua peserta yang hadir mesti ngerjain soal-soal multiple choice untuk bisa masuk ke tahap 30 besar.
Sambil menunggu pengumuman, acara diselingi penyampaian materi ’Smart Learning’ oleh Bapak Yusef J. Hilmi. Nggak bosen-bosennya Pak Yusef membagikan ilmunya kepada para siswa. Dan nggak henti-hentinya Bapak ini memberikan semangat pada semifinalis Beasiswa Gen’Asik. Bisa dibayangin di sepuluh kota Pak Yusef selalu ada dan setia mengajarkan sesuatu yang mungkin para siswa belum paham.
Ada banyak materi yang bikin para siswa terdongkrak semangatnya untuk terus belajar. Misalnya, kata Pak Yusef banyak yang nggak sadar kalo sebenernya kemampuan otak kita itu sama dengan para ilmuwan besar seperti Albert Einstien maupun Issac Newton. Lho kok bisa? Yup, karena saat lahir kita udah dikaruniai 1 triliun sel otak. Jumlah ini jauh lebih besar kalo dibandingin mahluk lain seperti tikus, misalnya, yang cuma punya 5 juta sel otak. Atau monyet yang memiliki 10 miliar sel otak.
Tapi selama ini kitanya aja yang nggak bisa manfaatin kelebihan yang diberikan Tuhan. Makanya, dalam moment seperti ini Pak Yusef ngasih tips-tips gimana menggunakan otak kita, baik kiri maupun kanan secara seimbang. Para siswa seperti ’tersihir’ dengan berbagai penjelasan yang disampein Pak Yusef. Yang pasti mereka dapetin banyak manfaat dari pemaparan materi Smart Learning tersebut.
Waktu bergerak ke pukul 13.00 WITA. Nama-nama yang lolos ke 30 besar diumumkan. Dibagi dalam lima kelompok, tiap kelompok yang jumlahnya enam orang diseleksi lagi. Beragam soal matematika, bahasa Inggris dan pengetahuan umum diujikan. Dengan tangkas tiap siswa menjawab pertanyaan tersebut. Sampai akhirnya terpilih lagi enam peserta yang berhak maju ke tahap berikutnya.
Kali ini semua peserta digali lagi pengetahuannya tentang musik dan kecerdasan logika. Enam peserta yang lolos antara lain Putri Zahara, Bima Arief, Prio Naufal, Abijad Adiraja, M. Faisal N, dan Annisa Mardiana. Di babak ini tiap peserta pastinya pengin ngeluarin kemampuan terbaiknya. Tapi tetep aja hanya dua orang yang berhak mewakili Balikpapan ke babak Grand Final di Jakarta. Nah, keduanya berasal dari SMU 2 Balikpapan ini yakni Putri Zahara dan Annisa Mardiana. Mereka jadi utusan dari kota Balikpapan untuk bertarung dengan 18 siswa dari sembilan kota lainnya guna memperbutkan tiket ke Australia. Good Luck!
Berikut nama-nama peserta yang lolos ke babak ke Grand Final:
Finalis Beasiswa Telkomsel
News Terkait:
Giliran Jakarta Gelar Seleksi Semifinalis Beasiswa Gen’Asik
Seleksi Semifinalis di Tangerang Meriah
Seleksi Beasiswa GenAsik yang digelar Telkomsel di sepuluh kota di Indonesia, akhirnya berakhir. Rangkaian panjang acara ini ditutup di kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Meski bukan sebagai ibukota propinsi, Balikpapan dipilih Telkomsel guna nyelenggarain kegiatan akbar ini. Pasti ada alasannya. Menurut panitia, lokasi kota Balikpapan relatif gampang dijangkau oleh sebagian peserta yang ada di Kaltim. Trasportasinya mudah, dan jaraknya nggak terlalu jauh baik dari Samarinda, Bontang dan kota-kota sekitarnya.
Minggu, 8 Juli 2007, cuaca kota ini tampak cerah. Pagi itu ratusan siswa SMU berdatangan di DOME Balikpapan. Gedung Olahraga dan Promosi yang berada di Jl. Syarifuddin Yoes yang baru selesai dibangun, jadi tempat digelarnya acara. Meski berlangsung pada hari Minngu dan bertepatan dengan liburan sekolah, keliatannya nggak menyurutkan minat para siswa untuk mengikutiacara ini. Buktinya, tercatat hampir seribu-an siswa yang ngedaftar. Ruangan DOME yang megah pun tampak semarak. Tempat duduk yang disediakan panitia diruangan ini terisi penuh, nggak tersisa. ”Aku pengin banget bisa menang. Tapi ternyata nggak kepilih. Ya, nggak apa-apa buat pengalaman,” ujar Nia siswa dari SMU 1 Balikpapan. Sebelumnya , semua peserta yang hadir mesti ngerjain soal-soal multiple choice untuk bisa masuk ke tahap 30 besar.
Sambil menunggu pengumuman, acara diselingi penyampaian materi ’Smart Learning’ oleh Bapak Yusef J. Hilmi. Nggak bosen-bosennya Pak Yusef membagikan ilmunya kepada para siswa. Dan nggak henti-hentinya Bapak ini memberikan semangat pada semifinalis Beasiswa Gen’Asik. Bisa dibayangin di sepuluh kota Pak Yusef selalu ada dan setia mengajarkan sesuatu yang mungkin para siswa belum paham.
Ada banyak materi yang bikin para siswa terdongkrak semangatnya untuk terus belajar. Misalnya, kata Pak Yusef banyak yang nggak sadar kalo sebenernya kemampuan otak kita itu sama dengan para ilmuwan besar seperti Albert Einstien maupun Issac Newton. Lho kok bisa? Yup, karena saat lahir kita udah dikaruniai 1 triliun sel otak. Jumlah ini jauh lebih besar kalo dibandingin mahluk lain seperti tikus, misalnya, yang cuma punya 5 juta sel otak. Atau monyet yang memiliki 10 miliar sel otak.
Tapi selama ini kitanya aja yang nggak bisa manfaatin kelebihan yang diberikan Tuhan. Makanya, dalam moment seperti ini Pak Yusef ngasih tips-tips gimana menggunakan otak kita, baik kiri maupun kanan secara seimbang. Para siswa seperti ’tersihir’ dengan berbagai penjelasan yang disampein Pak Yusef. Yang pasti mereka dapetin banyak manfaat dari pemaparan materi Smart Learning tersebut.
Waktu bergerak ke pukul 13.00 WITA. Nama-nama yang lolos ke 30 besar diumumkan. Dibagi dalam lima kelompok, tiap kelompok yang jumlahnya enam orang diseleksi lagi. Beragam soal matematika, bahasa Inggris dan pengetahuan umum diujikan. Dengan tangkas tiap siswa menjawab pertanyaan tersebut. Sampai akhirnya terpilih lagi enam peserta yang berhak maju ke tahap berikutnya.Kali ini semua peserta digali lagi pengetahuannya tentang musik dan kecerdasan logika. Enam peserta yang lolos antara lain Putri Zahara, Bima Arief, Prio Naufal, Abijad Adiraja, M. Faisal N, dan Annisa Mardiana. Di babak ini tiap peserta pastinya pengin ngeluarin kemampuan terbaiknya. Tapi tetep aja hanya dua orang yang berhak mewakili Balikpapan ke babak Grand Final di Jakarta. Nah, keduanya berasal dari SMU 2 Balikpapan ini yakni Putri Zahara dan Annisa Mardiana. Mereka jadi utusan dari kota Balikpapan untuk bertarung dengan 18 siswa dari sembilan kota lainnya guna memperbutkan tiket ke Australia. Good Luck!
Berikut nama-nama peserta yang lolos ke babak ke Grand Final:
Finalis Beasiswa Telkomsel
| Padang | Gina Haviesa Elmizan |
| Dwiyana Puspitasari | |
| Tangerang | Horas Silaen |
| Fahmi F | |
| Medan | Tomu Juliana |
| Sherly | |
| Bandung | Pramudita |
| Syu Ur | |
| Jakarta | Fariza Eka |
| Rahmi Widya | |
| Yogyakarta | Muhamad Brian Ristianto |
| Rahmia Hasniasari | |
| Surabaya | Prasakti Ramadhana Fahadi |
| Briliandaru Mahardiyasa | |
| Bali | I.B Wira Dananjayamanuaba |
| Makassar | Sartika |
| Ariani Eka | |
| Siti Maghfiroh Ali Polanunu | |
| Balikpapan | Puti Zahara |
| Annisa Mardiana | |
News Terkait:
Giliran Jakarta Gelar Seleksi Semifinalis Beasiswa Gen’Asik
Seleksi Semifinalis di Tangerang Meriah
