2009
• January
• February
• March
• April
• May
• June
• July
• August
• September
• October
• November
• December
2010
• January
• February
• March
• April
• May
• June
• July
• January
• February
• March
• April
• May
• June
• July
• August
• September
• October
• November
• December
2010
• January
• February
• March
• April
• May
• June
• July
Panas di Interlagos
Grand Prix (GP) Brasil, Minggu (21/10), mendapat kehormatan jadi seri terakhir season balap 2007 Formula 1 (F1). Persaingan sengit untuk meraih gelar juara dunia akan tersaji di Sirkuit Interlagos.
Musim balap tahun ini memasuki race terakhir. Juara dunia konstruktor udah basi. Akibat hukuman diskualifikasi yang dijatuhkan Federasi Otomotif Dunia (FIA) buat McClaren Mercedes, juara dunia konstruktor dipastika milik ”Tim Kuda Jingkrak” Scuderia Ferrari.
Yang menarik adalah perebutan tempat terhormat untuk driver alias juara dunia F1 untuk kategori pembalap. Ada tiga kandidat terdepan yang memiliki kans. Dua dari McClaren, Lewis Hamilton dan Fernando Alonso. Serta satu andalan Ferrari, Kimi Raikkonen.
Kiprah Hamilton yang fenomenal ngegebrak jagat F1 memimpin dengan perolehan 107 poin. Jika Hamilton, 22 tahun, keluar sebagai juara maka ia membukukan rekor tersendiri, juara dunia di tahun pertamanya di F1 alias dengan menyandang embel-embel rookie.
Di tempat kedua Alonso, 26 tahun, membayangi dengan mengantongi 103 poin. Kalo Alonso yang keluar sebagai juara maka pembalap jempolan asal Spanyol itu akan menobatkan dirinya dengan raihan gelar juara dunia ketiga kalinya berturut-turut. Satu tempat terakhir yang mengekor di belakang Hamilton dan Alonso yakni Raikkonen, 28 tahun, yang mengoleksi 100 poin. Dua kali cuma jadi runner-up pada 2003 dan 2005 maka gelar juara dunia akan sangat berarti bagi driver kalem asal Finlandia tersebut.
Skenarionya, Hamilton jelas diuntungkan dengan keunggulan poin yang dimiliki. Maksimal poin yang dikumpulkan Alonso 113, jadi podium kedua saja dipastikan menghantar Hamilton terpampang di catatan rekor F1. Gagal finis di GP Jepang di Sirkuit Fuji juga memberi keuntungan tersendiri. Mobil yang digeber Hamilton bebas menggunakan mesin baru. Sebaliknya Alonso akan ‘menyalip’ Hamilton jika ia finis pertama sedangkan Hamilton di posisi ketiga. Poin keduanya sama tapi Alonso lebih unggul dengan jumlah race yang dimenangkannya.
Lalu Raikkonen. Impian Ferarri mengawinkan gelar konstruktor dan pembalap bakal kesampaian jika Raikkonen keluar sebagai juara jika Hamilton paling banter finis keenam. Juga dengan catatan Alonso maksimal berdiri di podium ketiga. Atau juga Raikkonen finis di podium kedua sedangkan dua driver McClaren gagal mencapai finis atau terlempar dari posisi delapan (8) besar. Tapi ini jelas peluang yang kecil meski segala kemungkinan terbuka lebar. Catatan tambahan, Raikkonen punya keuntungan dengan kemenangan di lima race (seri).
Raikkonen juga memiliki kartu truf di rekan setimnya, Felipe Massa. Pembalap lokal Brasi itu menyatakan siap menjegal dua driver McClaren demi kelancaran Raikkonen. Tampil di depan mayoritas pendukungnya tentu akan memberi dorongan semangat meski kans jadi juara dunia tertutup.
Kemungkinan poin ketiganya sama cuma satu. Raikkonen finis kedua, Alonso keempat dan Hamilton kedelapan. Ketiganya akan mengoleksi 108 poin. Sekali lagi keuntungan ada di Raikkonen yang mengantungi kemenangan di lima seri. Yang pasti, hasil di babak kualifikasi yang berlangsung Sabtu (20/10), akan sangat menentukan. Let’s see bro!
Grand Prix (GP) Brasil, Minggu (21/10), mendapat kehormatan jadi seri terakhir season balap 2007 Formula 1 (F1). Persaingan sengit untuk meraih gelar juara dunia akan tersaji di Sirkuit Interlagos.
Musim balap tahun ini memasuki race terakhir. Juara dunia konstruktor udah basi. Akibat hukuman diskualifikasi yang dijatuhkan Federasi Otomotif Dunia (FIA) buat McClaren Mercedes, juara dunia konstruktor dipastika milik ”Tim Kuda Jingkrak” Scuderia Ferrari.
Yang menarik adalah perebutan tempat terhormat untuk driver alias juara dunia F1 untuk kategori pembalap. Ada tiga kandidat terdepan yang memiliki kans. Dua dari McClaren, Lewis Hamilton dan Fernando Alonso. Serta satu andalan Ferrari, Kimi Raikkonen.
Kiprah Hamilton yang fenomenal ngegebrak jagat F1 memimpin dengan perolehan 107 poin. Jika Hamilton, 22 tahun, keluar sebagai juara maka ia membukukan rekor tersendiri, juara dunia di tahun pertamanya di F1 alias dengan menyandang embel-embel rookie. Di tempat kedua Alonso, 26 tahun, membayangi dengan mengantongi 103 poin. Kalo Alonso yang keluar sebagai juara maka pembalap jempolan asal Spanyol itu akan menobatkan dirinya dengan raihan gelar juara dunia ketiga kalinya berturut-turut. Satu tempat terakhir yang mengekor di belakang Hamilton dan Alonso yakni Raikkonen, 28 tahun, yang mengoleksi 100 poin. Dua kali cuma jadi runner-up pada 2003 dan 2005 maka gelar juara dunia akan sangat berarti bagi driver kalem asal Finlandia tersebut.
Skenarionya, Hamilton jelas diuntungkan dengan keunggulan poin yang dimiliki. Maksimal poin yang dikumpulkan Alonso 113, jadi podium kedua saja dipastikan menghantar Hamilton terpampang di catatan rekor F1. Gagal finis di GP Jepang di Sirkuit Fuji juga memberi keuntungan tersendiri. Mobil yang digeber Hamilton bebas menggunakan mesin baru. Sebaliknya Alonso akan ‘menyalip’ Hamilton jika ia finis pertama sedangkan Hamilton di posisi ketiga. Poin keduanya sama tapi Alonso lebih unggul dengan jumlah race yang dimenangkannya.
Lalu Raikkonen. Impian Ferarri mengawinkan gelar konstruktor dan pembalap bakal kesampaian jika Raikkonen keluar sebagai juara jika Hamilton paling banter finis keenam. Juga dengan catatan Alonso maksimal berdiri di podium ketiga. Atau juga Raikkonen finis di podium kedua sedangkan dua driver McClaren gagal mencapai finis atau terlempar dari posisi delapan (8) besar. Tapi ini jelas peluang yang kecil meski segala kemungkinan terbuka lebar. Catatan tambahan, Raikkonen punya keuntungan dengan kemenangan di lima race (seri).
Raikkonen juga memiliki kartu truf di rekan setimnya, Felipe Massa. Pembalap lokal Brasi itu menyatakan siap menjegal dua driver McClaren demi kelancaran Raikkonen. Tampil di depan mayoritas pendukungnya tentu akan memberi dorongan semangat meski kans jadi juara dunia tertutup.
Kemungkinan poin ketiganya sama cuma satu. Raikkonen finis kedua, Alonso keempat dan Hamilton kedelapan. Ketiganya akan mengoleksi 108 poin. Sekali lagi keuntungan ada di Raikkonen yang mengantungi kemenangan di lima seri. Yang pasti, hasil di babak kualifikasi yang berlangsung Sabtu (20/10), akan sangat menentukan. Let’s see bro!
