2009
• January
• February
• March
• April
• May
• June
• July
• August
• September
• October
• November
• December
2010
• January
• February
• March
• January
• February
• March
• April
• May
• June
• July
• August
• September
• October
• November
• December
2010
• January
• February
• March
Alunan Santai Irama Reggae
Apa yang ada di otakmu kalau disebutkan rambut gimbal, gaya hidup santai, dan warna merah kuning hijau? Yup, gak salah kalau kamu bilang musik reggae. Musik asal Jamaika ini memang identik dengan ketiga hal tersebut.
Musik ini berkembang di Jamaika pada pertengahan tahun 1960-an. Reggae banyak mendapat pengaruh dari musik tradisional Afrika, musik Karibia, dan Rhytm and Blues. Namun yang membuat reggae sangat Jamaika adalah masuknya unsur lagu rakyat Jamaika. Reggae sendiri mulai menyita perhatian masyarakat dunia lewat Bob Marley. Lirik-lirik Bob Marley yang penuh pesan cinta dan perdamaian membawa pengaruh positif bagi banyak orang. Sebab pada masa itu masih terjadi berbagai bentuk penjajahan dan ketidak adilan.
Musik Reggae yang masuk Indonesia pada sekitar tahun 70-an tidak pernah kehilangan penggemarnya. Meski tidak pernah booming seperti
ska, hip metal, ataupun emo, konser-konser Reggae tidak pernah kekurangan penonton. Hal ini tidak lain disebabkan, loyalitas komunitas reggae yang tidak ”ternoda” dengan hadirnya berbagai jenis musik lain.
Banyak yang mengidentikkan reggae dengan rastafari. Padahal beda lho! Mengutip kata-kata musisi reggae, Ras Muhammad ”Reggae merupakan musik, sedangkan rasta adalah sebuah jalan hidup. ” Jadi stigma musisi reggae yang harus mengisap ganja sebenarnya tidak tepat, sebab banyak juga kok musisi reggae yang tidak menekuni jalan hidup rastafari. Rastafari sendiri menjadi akrab dengan reggae karena tokoh besar reggae, Bob Marley, menganut ajaran tersebut.
Indonesia beruntung memiliki banyak pemusik reggae yang berbakat. Selain Ras Muhammad, dapat kita sebutkan Toni Rastafara dan Steven and Coconutreez. Nama yang disebut belakangan malah sempat membuat musik tanah air sempat dilanda booming reggae lewat hit welcome to the paradise. Meski demikian, Steven and coconutreez sempat menyatakan bahwa mereka lebih suka jika reggae tidak membuat booming. Alasannya ia tidak ingin nasib reggae sama seperti musik-musik yang sempat menghebohkan tanah air, lalu lambat laun ditinggalkan penggemar yang bosan dan mencari alternatif musik lain.
Jadi jangan takut untuk menikmati musik ini. Atau sekalian saja datang ke konser-konser reggae yang secara rutin dilaksanakan di kafe-kafe di kotamu. Walaupun kamu datang tanpa ditemani siapa-siapa, dijamin kamu tidak akan merasa sendirian. Sebab musik Reggae sangat menjunjung pertemanan dan perdamaian. Kamu juga tidak perlu minder jika kamu tidak memiliki rambut gimbal atau atribut-atribut reggae semacam itu, sebab musik reggae dinikmati dengan hati tanpa peduli bagaimana penampilan seseorang.
Apa yang ada di otakmu kalau disebutkan rambut gimbal, gaya hidup santai, dan warna merah kuning hijau? Yup, gak salah kalau kamu bilang musik reggae. Musik asal Jamaika ini memang identik dengan ketiga hal tersebut.
Musik ini berkembang di Jamaika pada pertengahan tahun 1960-an. Reggae banyak mendapat pengaruh dari musik tradisional Afrika, musik Karibia, dan Rhytm and Blues. Namun yang membuat reggae sangat Jamaika adalah masuknya unsur lagu rakyat Jamaika. Reggae sendiri mulai menyita perhatian masyarakat dunia lewat Bob Marley. Lirik-lirik Bob Marley yang penuh pesan cinta dan perdamaian membawa pengaruh positif bagi banyak orang. Sebab pada masa itu masih terjadi berbagai bentuk penjajahan dan ketidak adilan.
Musik Reggae yang masuk Indonesia pada sekitar tahun 70-an tidak pernah kehilangan penggemarnya. Meski tidak pernah booming seperti
ska, hip metal, ataupun emo, konser-konser Reggae tidak pernah kekurangan penonton. Hal ini tidak lain disebabkan, loyalitas komunitas reggae yang tidak ”ternoda” dengan hadirnya berbagai jenis musik lain. Banyak yang mengidentikkan reggae dengan rastafari. Padahal beda lho! Mengutip kata-kata musisi reggae, Ras Muhammad ”Reggae merupakan musik, sedangkan rasta adalah sebuah jalan hidup. ” Jadi stigma musisi reggae yang harus mengisap ganja sebenarnya tidak tepat, sebab banyak juga kok musisi reggae yang tidak menekuni jalan hidup rastafari. Rastafari sendiri menjadi akrab dengan reggae karena tokoh besar reggae, Bob Marley, menganut ajaran tersebut.
Indonesia beruntung memiliki banyak pemusik reggae yang berbakat. Selain Ras Muhammad, dapat kita sebutkan Toni Rastafara dan Steven and Coconutreez. Nama yang disebut belakangan malah sempat membuat musik tanah air sempat dilanda booming reggae lewat hit welcome to the paradise. Meski demikian, Steven and coconutreez sempat menyatakan bahwa mereka lebih suka jika reggae tidak membuat booming. Alasannya ia tidak ingin nasib reggae sama seperti musik-musik yang sempat menghebohkan tanah air, lalu lambat laun ditinggalkan penggemar yang bosan dan mencari alternatif musik lain.
Jadi jangan takut untuk menikmati musik ini. Atau sekalian saja datang ke konser-konser reggae yang secara rutin dilaksanakan di kafe-kafe di kotamu. Walaupun kamu datang tanpa ditemani siapa-siapa, dijamin kamu tidak akan merasa sendirian. Sebab musik Reggae sangat menjunjung pertemanan dan perdamaian. Kamu juga tidak perlu minder jika kamu tidak memiliki rambut gimbal atau atribut-atribut reggae semacam itu, sebab musik reggae dinikmati dengan hati tanpa peduli bagaimana penampilan seseorang.
